Taste : Twelve


11 April 2022 – 2 PM

“So this is your apartment?” tanya Selene.

“Ya, maaf ya kecil nggak sebesar punya mu,” Jollie tengah sibuk merapihkan baju yang berceceran dimana-mana.

“Kecil tapi nyaman, I like it,” Selene duduk pada sofa dan menatap Jollie yang masih sibuk membereskan bajunya.

“Mau minum apa?” kini Jollie memeriksa isi kulkas miliknya.

“I think you don’t have anything in there,” Jollie terkekeh.

“Hehe air dingin aja ya,” ucap Jollie.

“Nggak apa apa, selagi nggak ada racunnya…” Kai dan Kuma menatap dirinya begitu lama, membuat Selene merasa risih, “What?”

Jollie menghampiri Selene dan memberikan sebotol air dingin padanya, “Thank you,” ucap Selene.

Jollie duduk disebelah Selene lalu menatapnya, “Jadi tujuan kamu kesini ngapain? Ada kerjaan kah?” Selene menggelengkan kepalanya.

“Nggak ada,” jawab Selene singkat.

“Terus ngapain?” tanya Jollie heran.

“Nganter kamu ngambil Kai Kuma,” Jollie sedang meneguk air seketika tersedak.

“Uhuk! Uhuk! Uhuk!” Selene mengambil sapu tangan miliknya lalu mengelap bibir dan dagu Jollie dengan lembut.

“Are you okay?” Selene menatap Jollie dengan tatapan khawatir.

Jollie tersipu malu melihat perlakuan Selene yang begitu khawatir saat ia tersedak, pipinya terasa panas, “I-I’m fine….”

“Pelan pelan aja minumnya nggak akan di rebut kok,” Selene tersenyum.

“Please don’t do that…,” ucap Jollie sangat pelan.

“Do what?”

“Nothing! Kai Kuma ayo waktunya makan!”