The Devils : Handuk Kompres


Yeri's Room

Yeri membuka matanya perlahan. Badannya terasa lemas. Saat mengusap kan wajahnya, Yeri kebingungan mengapa ada handuk pada dahinya. Tangannya merogoh bawah bantal mencari ponsel nya. Ia tidak menemukannya. Terpaksa ia mengangkat tubuhnya untuk melihat pada nakas. Benar saja ponsel nya berada dinakas. Hendak mengambil ponsel nya ia terkejut melihat seseorang tengah tidur di sofa dalam kamarnya. Sempat tak mengenali nya, beberapa saat kemudian ia mengingat kejadian semalam. Ia memeriksa ponsel nya yang tidak dapat menyala. Yeri kesal.

“Hey!! Lo! Bangun! Ponsel gue mati tanggung jawab!!” ucap Yeri kesal.

Orang tersebut membuka matanya lalu menatap Yeri diam, “Jangan diem aja lo! Gara gara lo hp gue mati!”

Orang tersebut mengambil sesuatu pada saku jaket nya berbentuk kotak persegi panjang, lalu ia melemparnya pada kasur. Yeri melihat sebuah kotak ponsel keluaran terbaru. “Banyak omong lo,” ucap orang tersebut yang sudah bangkit dari sofa dan berlalu keluar begitu saja.

Yeri langsung mengambil kotak tersebut lalu mengeluarkan ponsel barunya. Saat sudah menyala, ponsel tersebut sudah di atur agar dapat dipakai langsung. Yeri mengotak-atik ponsel tersebut, sampai ia menemukan satu contact dengan nama Hojung.


Saat Hojung turun, ia menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada diruang makan. Ia mendengar Irene menanyakan tentang Yeri. “She’s sick,” ucap Hojung dengan santai sembari berjalan menuju meja makan.

Irene segera bangkit dari kursi dengan tangan menggenggam sebuah garpu. Ketika Hojung ingin mengambil segelas air yang berada di meja makan, tiba-tiba saja Irene mengarahkan garpu pada wajah Hojung dengan cepat. Refleks Seulgi menahan lengan Irene agar tidak melukai Hojung.

“WOW! Easy babe!” ucap Hojung yang sedikit terkejut melihat Irene ingin melukai dirinya.

“Apa yang lo lakuin sama adik gue?!” tanya Irene kesal. Hojung melirik Seulgi dengan penuh tanda tanya.

“Okay…,” Hojung menyeringai mengerti mengapa Irene menjadi berani seperti sekarang, “I do nothing, cuma selamatin adik lo yang tenggelam semalem, that’s it.”

Seulgi segera mengambil garpu dari tangan Irene lalu menenangkan nya, “Mungkin hari ini dia butuh istirahat, nggak perlu khawatir,” ucap Seulgi sembari mengusap lengan Irene dengan lembut.

“Kaya ada yang beda dari lo,” Hojung melihat Irene dari bawah hingga atas, “Oh iya lo kan CEO baru, jadi harus keliatan cantik,” Irene menampar wajah Hojung dengan keras.

Hojung terkejut ketika Irene menampar nya. Merasa ditantang olehnya, Hojung menghampiri Irene untuk membalas perbuatannya, namun Seulgi menahan tubuh Hojung dengan lengannya. “ENOUGH!!” ucap Seulgi.

“Minggir lo!” Hojung menepiskan lengan Seulgi lalu pergi meninggalkan ruang makan dengan kesal.

Seulgi menatap Irene yang masih terlihat marah. Benar yang dikatakan Hojung. Ada yang berbeda dengan Irene setelah ia menghipnotis nya. Bukan karena sikapnya. Tapi karena kekuatannya.