The Devils : Hipnotis


Irene's Style

Sebuah benda lebar dan pipih tengah di genggam oleh Seulgi yang berada di ruang makan. Ia tengah sibuk membaca sesuatu pada iPad miliknya. Suasana begitu hening. Beberapa maid lalu lalang menyajikan sarapan untuk Seulgi dan yang lainnya. Samar-samar terdengar langkah kaki seseorang yang mengenakan heels mendekat. Seulgi menoleh ke arah tangga dimana sumber suara berada. Ia melihat Irene dan Joy sudah berpakaian rapi. Ada yang berbeda dari mereka. Irene. Benar saja, Seulgi terpana dengan penampilan Irene yang begitu berbeda dari sebelumnya. Tanpa sadar ia mendekati tangga dan menunggu Irene sampai di anak tangga terakhir. Irene semakin gugup karena Seulgi menatapnya dengan tatapan yang tidak dapat ia artikan.

Saat kaki Irene sudah menginjakan anak tangga terakhir, Seulgi mengulurkan tangannya padanya, “Good morning, my lady.”

Pipi Irene seketika terasa panas. Perlahan ia menyambut tangan Seulgi. Hatinya semakin berdegub kencang ketika Seulgi mengecup punggung tangannya. “Please gue minder banget…,” batinnya.

“You look gorgeous,” Irene salah tingkah.

“A-aku gugup banget, apa boleh batalin aja…,” ucap Irene dengan pelan.

“Let me help you,” Seulgi menangkup kedua pipi Irene.

Irene menatap mata monolid miliknya. Tak lama pupil nya membesar dan tatapan nya menjadi kosong. “Lepas rasa takut dan gugup mu, kamu akan berjalan dengan percaya diri tanpa ada keraguan sedikit pun, lakukan apa yang sudah kamu baca sebelumnya,” bisik Seulgi.

Tak lama Irene tersadar lalu menatap Seulgi bingung, “Nanti nona Joy akan membantu mu dalam bekerja, lakukan apa yang menurut mu benar, I trust you,” ucap Seulgi sembari menepuk bahunya.

“Oh, okay…,” Irene mengangguk mengerti.

“Ayo sarapan dulu,” Seulgi mengajak Irene ke meja makan, ia menarik sebuah kursi lalu mempersilakan Irene untuk duduk.

Saat Irene sudah duduk, matanya melirik sekitar ruang makan, “Yeri belom turun?”