The Devils : Perang


Silver Dagger

Hojung kini sedang berada dirumah Seulgi. Sepi tak ada siapapun disana. Ia sangat lapar karena ia melewatkan sarapan akibat Irene marah padanya. Ia mencari sesuatu di dapur. Saat membuka isi kulkas, ia melihat banyak kantung darah yang tertata rapi, ia tersenyum lebar.

“Pasti punya Sohee, rapih juga sampe di tata per golongan,” Hojung mengambil satu kantung darah golong AB lalu mengambil gelas.

Ia membuka kantung tersebut dan menuangkannya pada gelas sampai penuh, saat ingin meminumnya, tiba-tiba gelasnya pecah membuat darah berceceran ke seluruh ruangan termasuk wajahnya. “Halo sister.”

“Bagaimana caranya lo bisa keluar?!” tanya Hojung kesal.

“Begitukah cara lo nyambut adik lo yang baru aja bangun,” orang tersebut terkekeh pelan.

“Shut up! Lo seharusnya nggak disini!” Hojung mendekati orang tersebut untuk mencekik nya, namun ia tidak dapat menyentuhnya, seperti ada perisai yang tak terlihat melindungi tubuhnya, “Shit!”

“Kenapa? Lo mau masukin gue ke peti mati lagi? Silahkan… tapi sayangnya lo nggak bisa lagi! Saatnya lo yang masuk ke peti mati!” orang tersebut menusukan sebuah pisau belati berwarna silver tepat pada dadanya.

“ARRGGHHH!!!” Hojung menahan rasa sakit yang luar biasa ketika belati tersebut menusuk di dadanya, ia menatap orang tersebut dengan tatapan marah, “H-h-hhow dare you Sungkyung!” Hojung semakin melemas sampai ia berlutut, warna tubuhnya berubah menjadi abu-abu, tak lama ia terkapar tak berdaya dilantai.

“I’m sorry sister, I love you but you strated the war between us, let me pay for what have you done to me,” Sungkyung menyeringai puas ketika melihat Hojung terbujur kaku dengan pisau belati menancap pada dadanya.


Merasa kesal karena pesannya diabaikan oleh Hojung, Yoonjung mendatangi rumah Seulgi. ‘Pasti tuh orang lagi asik minum sama cewe lain!’ batinya. Ketika sudah berada didepan pintu rumah Seulgi. Ia merasa ada yang janggal dengan suasana rumah tersebut. Pintu rumah sudah terbuka lebar. Ia masuk kedalam rumah dengan hati-hati, matanya melirik kanan kiri mencari sosok Hojung.

“Hojung?!” sepi tak ada seorang pun didalam rumah tersebut. Sangat aneh.

Saat ia berada di dapur, matanya melihat banyak darah yang berceceran di lantai dan juga terdapat serpihan gelas pecah. Ia menghela napas panjang lalu mengambil ponsel pada saku jaket. Ia menghubungi Seulgi.

‘Halo, ada apa Yoon?’

“Ada seseorang yang masuk kerumah lo, gue mencium aroma vampire disini,” ucap Yoonjung.

‘Mungkin aroma Hojung.’

“Beda, dan sekarang dia nggak bisa gue hubungi, hp nya juga ada disini,” Yoonjung melihat ponsel Hojung tergeletak di lantai.

‘Lo tenang dulu, biar gue lacak dia’

“Okay thanks Gi.”