The Devils : Resah
Mobil Irene kini telah sampai didepan lobby kantor. Beberapa karyawan tengah berdiri untuk menyambut CEO baru. Jaehyun turun lalu berlari mengitari mobil dan membuka pintu untuk Irene. Tak lupa ia membantu Irene turun. Ketika Irene sudah keluar dari mobil, karyawan yang menunggu kehadirannya membungkuk hormat padanya. Irene hanya tersenyum. Joy mempersilakan Irene untuk masuk terlebih dahulu ke dalam lobby.
Tak jauh dari kantor, terdapat seseorang sedang mengamati Irene sedari ia sampai. Orang tersebut berada di atas motor yang terparkir pada pinggir jalan. Orang tersebut mengambil ponsel nya lalu memotret beberapa kali ketika Irene keluar dari mobil hingga masuk ke dalam lobby. Sebuah tangan memegang bahu orang tersebut.
“What are you looking for?” tanya Seulgi pada orang tersebut.
“Fuck…,” orang tersebut menegang karena melihat Seulgi dari kaca spion motor.
“Kim… Jongin… that’s your name right?” tanya Seulgi.
“G-gimana lo bisa tau nama gue?!” Kai sedikit menggeram ketika Seulgi menyebutkan nama aslinya.
“I know everything little wolf,” Seulgi berjalan ke hadapan Kai sembari merapihkan lengan kemeja yang ia kenakan lalu menatapnya, “Tell this to your alpha,” Seulgi mendekati Kai, “For now, don’t ever distrub Irene’s life, she already mine…,” bisik Seulgi.
“Or… your people will be die by my hands,” Seulgi menyeringai sembari menepuk-nepuk bahu Kai, “Good luck, little wolf.”
Merasa kesal karena diancam oleh Seulgi, Kai menoleh kebelakang hendak memukulnya, namun sosok Seulgi sudah menghilang. Kai segera memakai helm lalu bergegas pergi untuk menyampaikan pesan Seulgi pada Suho.
“She with the hybrid,” ucap Kai.
“Kang Seulgi…,” Suho memukul meja kerjanya dengan keras, “FUCK!” ia melonggarkan dasi lalu melepaskan kancing kerah kemeja karena merasa gerah.
“Selanjutnya apa?” tanya Kai.
“Bakal gue bunuh dia bagaimana pun caranya,” ucap Suho.
“Dude! Mereka nggak bisa dibunuh! They’re the originals of hybrid!” jelas Kai.
“Bagaimana pun pasti ada cara melenyapkan mereka,” ucap Suho.
“If she die, we will die too!” ucap Kai kesal.
“Itu nggak akan berlaku kalau kita hancurkan kutukan tersebut,” Suho bangkit dari kursi dan mengambil jas miliknya.
“Lo mau kemana?” tanya Kai bingung.
“Find a witch.”