The Devils : Reuni


‘Udah lama banget lo nggak ngehubungi gue, sombong banget.’

“Sorry, gue lagi banyak yang harus diurus disini,” ucap Seulgi.

‘Haha kidding, gimana kabar wanita yang jadi CEO baru kantor lo?’

“Ya she’s fine.”

‘Terus lo ada perlu apa telp gue?’

“Gue perlu lo lacak Hojung,” jawab Seulgi.

‘Kenapa sama dia? Bukannya dia lagi dirumah lo?’

“Memang, tapi dia menghilang, Yoonjung bilang ada orang yang masuk ke rumah gue,” jelas Seulgi.

‘Okay wait, biar gue lacak dia,’

“Okay Wen.”

Terdengar suara tidak jelas dari sebrang sana, Seulgi menunggu Wendy menyelesaikan mantra nya untuk mencari keberadaan Hojung.

‘Dia ada Woraksan, di rumah lama lo.’

“Okay thanks Wen infonya,” hendak mengakhiri sambungan, Wendy memanggil dirinya.

‘Seulgi! Lo hati-hati karena ini semua ulah adik lo, she looks very angry.’

“Sungkyung… kalau gitu gue pergi dulu Wen, thanks buat bantuannya,” Seulgi segera mengakhiri sambungan dan bergegas menuju Woraksan dimana Hojung disandera oleh adiknya.


Kang's Family House

“Hhhhhaaaaaahhhhhh!!” Hojung menarik napas dalam ketika Sungkyung mencabut belati yang menacap pada dadanya.

“Good morning sleepyhead,” ledek Sungkyung sembari terkekeh pelan melihat Hojung tak berdaya dengan borgol yang terpasang pada tangan kanan dan kirinya.

“Well you’re very smart my sister, using an inocent witch who is not powerful,” Hojung terkekeh saat melihat seorang penyihir tengah berdiri disebelah Sungkyung.

“Oh really? I don’t think so, my dear maybe you can show her something fun,” Sungkyung membisikkan pada penyihir muda.

Sang penyihir menatap Hojung dengan lekat, awalnya Hojung meremehkan kekuatan sang penyihir muda, namun kini badannya sangat terasa sangat panas. Ia dapat merasakan darahnya mendidih membuat ia berkeringat sangat banyak.

“Oh shit… stop that spell!” Hojung memohon agar penyihir tersebut berhenti memantrai dirinya.

Sang penyihir mengangkat tangannya lalu menunjuk ke arah Hojung, “AAARGGHHH!!!” dapat terdengar dengan jelas tulang-tulang pada tubuhnya patah dan hancur, Hojung tidak dapat menahan rasa sakit yang luar biasa pada tubuhnya, kini ia berlutut sembari berteriak kesakitan, “AARGHHH FUCK!!!”

Sungkyung memegang lengan sang penyihir agar berhenti menyiksa Hojung, “Enough dear.”

“Well, how does it feel?” Sungkyung mendekati Hojung yang sudah sangat lemas.

“I will kill you…,” Hojung menggeram dan hendak menerkam Sungkyung namun ia tertahan oleh borgol yang membuatnya tidak dapat menggunakan kekuatannya.

Sungkyung mengusap perlahan pipi Hojung lalu menatap kedua matanya, “Before you kill me, I will kill you first…,” Sungkyung menunjukan sebuah belati berwarna hitam padanya, matanya membulat ketika melihat pisau belati hitam tersebut.

Black Dagger

“You remember this? Gue nemu ini di laci bunda, gue udah lupa fungsinya buat apa, tapi seinget gue benda ini bikin ayah tak berdaya,” Sungkyung memainkan belati tersebut dihadapan wajah Hojung, “Mungkin ini bisa bikin lo sama seperti ayah dulu,” Sungkyung mengarahkan belati tersebut pada dada Hojung, hendak mendorong belati tersebut, secara tiba-tiba Sungkyung terdorong jauh hingga tubuhnya menyentuh dinding. Seulgi menahan Sungkyung agar tidak melukai Hojung lebih jauh.

“Enough Sungkyung!” Seulgi memegangi tangan Sungkyung dengan erat.

Sang penyihir muda melihat Sungkyung terancam, ia memantrai Seulgi agar tidak dapat melukai Sungkyung, “ARGHHHHH!!!” Seulgi berlutut kesakitan sembari memegangi kepalanya yang terasa sangat nyeri.

“Jisoo stop! It’s okay…,” mendengar perkataan Sungkyung, Jisoo menghentikan mantra nya.

Sungkyung membantu Seulgi untuk berdiri. Seulgi mencoba menetralkan pandangannya, lalu ia menatap Sungkyung dengan lekat, “Give me that dagger Sungkyung, we can talk later.”

“I won’t… that bastrad…,” Sungkyung menunjuk ke arah Hojung, “Stabbed me and put me in the coffin almost half a century! Now I want her to pay for it!!” Sungkyung mendorong tubuh Seulgi lalu berlari ke arah Hojung, tanpa berpikir panjang ia menusuk kan belati hitam pada dada Hojung.

“AARGHHHHH!!!” belati tersebut bergerak masuk ke dalam tubuh Hojung, tertanam didalam tubuh Hojung, belati tersebut membuat Hojung tidak dapat memulihkan lukanya.

“Sungkyung please stop, we’re family, we can fix this whitout hurting each other,” ucap Seulgi.

“Family won’t destroy my happiness!! My hope!!!” Sungkyung berteriak dan air matanya jatuh membasahi pipinya.

“I know, that’s why I’m sorry, we can fix this…,” Seulgi menghampiri Sungkyung lalu memeluknya dengan erat, “I’ll give you what you want, I promise,” Sungkyung menangis dalam pelukan Seulgi.

“Sungkyung…,” Seulgi melihat Yoonjung berdiri di ambang pintu menatap ke arah Sungkyung.

Sungkyung melepaskan pelukan Seulgi lalu berbalik badan menatap orang yang memanggil namanya, tubuhnya terasa lemas saat melihat Yoonjung, “Yoon…jung….”