Wila Kinsley : Two


Aku menghela napas. Sepertinya Noura sudah pergi dari raga penjaga sekolah. Tapi aku dapat bernapas lega karena ia sudah tidak merasuki tubuh manusia disekitarku saat ini.

Dengan jalan gontai diriku menghampiri loker dimana semua buku pelajaran kusimpan disana. Setelah gembok terlepas. Aku segera mengambil buku Sejarah dan Sains. Aku tidak suka dengan kedua pelajaran ini. Membuatku cepat mengantuk karena terlalu banyak teori. Berbeda dengan Fisika dan Matematika. Kalian dapat mengeksplor luas hanya menggunakan satu rumus saja. Menurutku sangatlah keren. Tentunya tidak membosankan.

Saat aku menutup loker. Aku dikejutkan oleh seorang laki-laki tengah bersandar tepat pada loker sebelah dan menatap tajam ke arahku.

“A-ada apa Brian?” ucapku sedikit terbata karena Brian mendekat ke arahku. Perlahan aku mundur untuk menjaga jarak.

“Berhentilah menyamakanku dengan hantu busuk itu atau kau akan habis ditanganku,” ucap Brian.

Deg!

“No-Noura?”

“Ya, itu aku,” tatapan Brian semakin mengerikan.

“Oh tidak.”

“Oh ya.”

Aku mematung. Aku menelan saliva yang sudah memenuhi mulutku. Sebaiknya aku lari sekarang. Pikirku. Tak perlu basa-basi. Aku lari melesat cepat untuk menjauh dari Brian. Tidak itu Noura.

Run run run Wila Wila run run! Haha! Kau tidak bisa kabur dariku Wila Kinsley!!” pekik Brian sembari mengejarku.

“Maafkan aku Brian! Aku tidak akan mengejekmu lagi!” Aku semakin percepat gerakan kaki. Kepalaku monoleh untuk melihat seberapa jauh jarak antara diriku dan Brian.

“Boo!”

Sial! Hanya satu meter jarak antara kita. Aku lupa jika Brian merupakan atlet bola di sekolah. Habislah riwayatku menjadi tontonan para siswa-siswi Kwangya.

“Kau tidak bisa kabur Willa!”

Bug!

Wajahku menghantam kuat pada salah satu pintu janitor yang terbuka mendadak. Tubuhku terasa ringan. Sampai pandanganku menghitam. Mungkin saat ini waktunya aku mati konyol menabrak pintu karena berlari sepanjang koridor kelas.