noubieau

Welcome to noubie universe.


1 April 2022 – 8 PM

Setelah selesai makan malam bersama, Selene mengantar Jollie ke hotel dimana ia menginap. Ia sadar kalau Jollie merasa resah semenjak ia memposting fotonya saat makan malam tadi. Sampai nya dibasement hotel, Selene memberhentikan mobilnya didepan pintu masuk. Selene segera turun lalu berlari untuk membukakan pintu Jollie tak lupa ia meraih tangan Jollie untuk membantunya turun dari mobil, namun tiba-tiba seseorang menghampirinya lalu meninju dengan keras bagian rahang kanan hingga ia hampir terjatuh.

“Astaga!!” Jollie menjerit ketika Selene dipukul oleh Leona.

“Berani-beraninya lo pergi sama cewek gue!” Selene hanya tertawa mendengar ucapan Leona sembari memegang rahang nya.

Leona semakin kesal, ia kembali mendekati Selene dan melayangkan kepalan tangannya pada wajah Selene. Dengan cepat Selene menggenggam tangan Leona lalu ia remas dengan sekuat tenaga hingga Leona menjerit kesakitan.

Selene mendekati wajah Leona, “Whatever you’re, if you hurt her, I’ll kill you,” bisik nya lalu ia tersenyum dan melepaskan genggaman pada tangan Leona.

“Kalau gitu aku pamit pulang ya Jollie, sampai bertemu esok hari,” ucap Selene yang segera masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan Jollie dan Leona yang masih mengerang kesakitan.


1 April 2022 – 5 PM

Setelah acara Paris Fashion Show selesai, Selene bergegas mencari keberadaan Jollie di ruang ganti para model dan artis. Beberapa model yang berpapasan menyapanya. Ia hanya membalas dengan senyuman tipis sembari mata melirik setiap ruangan yang ia lewati. Ketika sudah berada di ujung lorong, terdapat sebuah ruangan yang tertutup, hendak memutar kenop pintu, seketika pintu tersebut terbuka dengan sendirinya dan menampilkan sosok yang ia cari sedari tadi.

“Astaga!” ucap Jollie terkejut ketika melihat Selene berada didepan pintu.

“Hi~” Selene terkekeh pelan melihat reaksi Jollie, “Sorry kalau bikin kamu kaget.”

“Haha it’s okay, by the way mau bertemu dengan siapa?” Jollie sedikit mundur dan melirik ke dalam yang hanya ada beberapa orang tengah sibuk merapikan barang mereka.

“Aku mau bicara sebentar denganmu,” jawab Selene.

“Bicara tentang apa?” Jollie sedikit terkejut dengan jawaban Selene.

“Apa kamu mau makan malam dengan ku?” pertanyaan Selene membuat Jollie tersedak ludahnya sendiri, “Are you okay?” Selene panik melihat Jollie tersedak.

“I-I’m fine…,” Jollie mencoba untuk menetralkan dirinya dengan mengatur napas dengan perlahan.

Selene tersenyum melihat Jollie yang panik akibat ajakannya, “Bagaimana?”

“Ma-ma-makan malam?” tanya Jollie yang dijawab anggukan oleh Selene.

“A-aku izin dulu sama manajer aku,” jawab Jollie.

“Tidak perlu, aku udah izin sebelumnya sama manajer kamu dan dia izinin kamu buat pergi,” jelas Selene.

“Ah begitu ya…,” ucap Jollie.

“Jadi bagaimana?” tanya Selene.

“Mau makan malam dimana?” tanya Jollie.


1 April 2022 – 4 PM

Kedatangan Jollie Eve menjadi sorotan semua orang yang hadir di acara Paris Fashion Week. Bagaimana tidak, Jollie Eve terkenal sebagai model dan penyanyi solo yang sedang ramai di perbincangkan. Kali ini Jollie Eve datang mewakilkan sebagai brand ambasador dari produk Chanel.

Ketika Jollie sudah masuk ke dalam ruangan dimana acara Fashion Week di selenggarakan, seseorang tengah memantau gerak gerik dirinya dari kejauhan. Terlihat Jollie sangat sibuk berbincang dengan beberapa orang dan wartawan.

“She smile like nothing happen.”

“You know her?”

“Maybe.”

“Apa yang buat lo selalu lirik dia terus?”

“I don't know, gue belom pernah kaya gini sebelumnya, she... just....”

“Like an angle right?”

“Huh?!”

“Haha Selene... Selene... Lo cepet banget gedenya.”

“Maksud lo apa?”

“She's your mate Selene....”

“Mana mungkin! Gue aja baru ketemu dia sekali!”

“Dude! Gue sama Jozzy aja cuma ketemu sekali dan ugh! She smells like drug bro! I guarantee, you like her smell so bad.”

“Bro....”

“Don't denial my little sister, semakin lo denial semakin lo kehilangan dia, dan bakal bikin lo terluka cukup parah.”

“Tapi....”

“Ma'am,” ucap seseorang yang membuat Selene dan Waynne membalikkan badan mereka.

“Sudah berhasil dan anda bisa cek melalui device ini ma'am,” kaki tangan Selene memberikan sebuah iPad pada Selene, terlihat pada iPad tersebut menampilkan gambar situasi kamar Jollie saat ini, ternyata tidak ada seorang pun disana.

“Good, lo boleh pergi,” ucap Selene.

“Kalau begitu saya pamit ma'am,” ucap sang kaki tangan yang membungkuk ke arah Selene dan Waynne.

“For what?” tanya Waynne.

“Kepo lo,” jawab Selene.

“Uuuuuu~ I know it!” goda Waynne.

“Udah sana sana! Bukannya lo dicariin Jozzy tadi,” ucap Selene.

“Lo nggak liat dia lagi sama siapa?” ucap Waynne sembari melirik ke arah Jozzy yang tengah berbincang ria dengan Jollie.

“Bini lo ngapain anjir disitu?! Kan Tod's udah tadi,” ucap Selene.

“KE. PO.,” ledek Waynne.

'Ting!'

Sebuah notifikasi masuk pada iPad yang dipegang oleh Selene, ia melihat notifikasi berasal dari kamera yang tersimpan pada kamar Jollie. Selene segera menjauh dari Waynne untuk mencari tempat yang sepi. Saat sudah memantau situasi, Selene membuka aplikasi yang terhubung dengan kamera kamar Jollie. Mulut Selene seketika menyeringai.


1 April 2022 – 9.15 AM

“Put your phone, look at me,” ucap Selene yang tengah berlutut dihadapan Jollie.

Kini Jollie menaruh ponsel nya pada kantung jaket nya dan menatap wajah Selene. Selene tersenyum tipis sembari mengobati perlahan luka pada bibir Jollie.

“Kenapa tidak melawan?” tanya Selene membuat lamunan Jollie buyar.

“Huh?” Jollie menatap kebingungan.

“She's your girlfriend right?” tanya Selene lagi yang di jawab Jollie dengan anggukan kecil.

“She doesn't love you,” ucap Selene.

“I know...,” Jollie menghela napas panjang lalu menundukkan kepalanya.

“Lalu kenapa kamu bertahan?” Selene menatap heran pada Jollie.

“I don't have more power to fight her back,” Jollie tersenyum kecut.

“I'll help you,” ucap Selene.

“You so kind, but I'm okay, I don't want you to get into problem, she's psycho,” Jollie mencoba untuk tersenyum pada Selene agar terlihat bahwa ia baik-baik saja.

“Okay, if you don't mind, let me take you to your hotel,” ucap Selene.

“Nggak usah! A-aku bisa naik taxi,” ucap Jollie yang panik.

“Untuk kali ini jangan ada penolakan,” Selene bangkit berdiri lalu membantu Jollie untuk berdiri dengan memegang tangannya dengan penuh hati-hati.


1 April 2022 – 9 AM

“Maaf aku telat!” ucap Jollie dengan napas yang memburu akibat berlari mencari lokasi yang dimaksud oleh Leona.

Leona menarik tangan Jollie lalu mendorong tubuhnya hingga punggung Jollie terbentur keras pada dinding toilet, “Kemana aja lo?!”

“A-aaku tadi nyasar Leo, aku kan belum pernah kesini…,” jawab Jollie sedikit meringis akibat didorong oleh Leo.

“Terus tujuan lo kesini ngapain? Lo mau tebar pesona?!” Leona menjambak rambutnya, hingga Jollie meringis kesakitan.

“Leo aku cuma mau liat pembukaan aja, aku nggak bohong,” jelas Jollie sembari memegang lengan Leona yang masih menjambak rambutnya.

“Oh gue tau, lo mau liat Selene kan?!” Leona menatap tajam wajah Jollie.

“E-engga Leo sumpah!” ucap Jollie.

“Dasar cewe kegatelan lo!” Leona menampar keras pipi Jollie hingga menimbulkan luka pada sudut bibirnya.

“Gue nggak mau tau, lo balik ke hotel atau gue hukum lo, paham?!” Jollie yang menahan rasa sakit hanya mengangguk pelan.

Merasa gerah, Leona pergi meninggalkan Jollie yang sedang meringis kesakitan sembari menahan tangis nya agar tidak dapat terdengar oleh orang lain. Ketika sedang membenarkan tampilan nya yang berantakan, seseorang masuk kedalam toilet. Jollie yang takut ketahuan oleh orang lain, ia menundukkan kepalanya dan segera berjalan keluar dari toilet tersebut. Namun sebuah tangan menarik lengannya membuat ia berbalik badan dan tertarik mendekat pada seseorang.

Jollie yang masih menundukkan kepalanya tersentak kaget ketika ia ditarik oleh seseorang yang ia tidak kenal. Jelas bagaimana tidak kenal karena ia tidak berani menatap orang di hadapannya. Tangan orang tersebut melepas masker yang Jollie kenakan secara perlahan, lalu mengangkat dagu nya agar dapat melihat wajah Jollie. Saat Jollie menatap orang yang berada di hadapannya, matanya membulat. Ternyata orang tersebut adalah Selene Saint Clair.

“Don’t move,” ucap Selene seraya mengambil sebuah saputangan miliknya pada kantong celananya.

Perlahan Selene mengusap ujung bibir Jollie yang terluka. Jollie sedikit meringis kesakitan membuat Selene berhenti sejenak menatap kedua mata Jollie yang sudah penuh dengan air mata.

“Follow me,” Selene menarik tangan Jollie keluar dari Toilet lalu menuju lantai teratas dimana ruang Shalgie berada.


22 January 2022 – 2 PM

Merasa badannya sudah mendingan, Seulgi membuka matanya dan melirik kearah jam dinding yang menunjukan pukul 2 siang. Seketika ia langsung bangun dari kasur. Kepalanya masih terasa pusing sampai ia hampir hilang keseimbangan.

“Kenapa gue malah tidur, Karina pasti belom makan…,” gumam Seulgi.

Ingin mengambil ponsel nya yang berada di nakas, ia dikejutkan dengan semangkuk bubur dan segelas minum berada di nakasnya.

‘Siapa yang dateng…’

Seulgi melangkah keluar kamar lalu menuju kamar Karina, ia melihat Karina yang tertidur pulas dikasurnya. Ia masih penasaran siapa yang membelikan nya bubur, Karina tidak mungkin. Ketika ia turun, matanya menangkap seseorang yang sedang rebahan disofa ruang tamu. Merasa curiga, Seulgi menghampiri orang tersebut perlahan. Saat melirik wajah orang tersebut, ia membulatkan matanya. Ternyata Joohyun sedang tidur pulas.

‘Gimana caranya dia kesini?’ ‘Pasti Karina yang kasih tau…’

Seulgi menghela napas panjang. Mengapa Karina memberi tahu alamat rumahnya. Seulgi merasa tidak enak dengan Joohyun, ia sudah mengajak nya untuk pergi tapi membuatnya untuk mengurusi dirinya dengan Karina. Seulgi mengambil bantal kecil lalu mengangkat perlahan kepala Joohyun dan menyelipkannya dibawah kepala Joohyun.

Merasa ada yang menyentuh kepalanya, Joohyun membuka mata dan menatap wajah Seulgi yang begitu dekat. Joohyun terkejut. Ia mencoba untuk bangkit namun membuat bibirnya bersentuhan dengan bibir Seulgi.

“Astaga! Ma-maaf…,” Joohyun kembali merebahkan kepalanya agar menjauh dari wajah Seulgi.


22 January 2022 – 8 AM

'Ting tong~ ting tong~'

Tak lama pintu terbuka dan menampilkan sosok anak kecil yang terlihat gembira saat melihat seseorang yang datang ke rumahnya, “MAMI!”

“Hi sayang~ aduh kangen ya?” Karina dengan cepat memeluk Joohyun dan menganggukkan kepalanya.

“Gemesin banget sih kamu, eh mama kamu mana?” Karina melepaskan pelukan nya dan menatap wajah Joohyun.

“Mama baru aja bobo, tadi badannya geter-geter gitu, kasian mama,” Karina memanyunkan bibirnya.

“Duh pasti gara-gara kemarin ke hujanan, oh iya kamu udah makan belom sayang? Mami bawain bubur,” Joohyun memperlihatkan kantung yang berisikan bubur untuk Seulgi dan Karina.

“Asik bubur, aku belom makan soalnya mama sakit jadi nggak ada yang masak,” ucap Karina.

“Yaudah ayo makan dulu, mami tempatin ya?” Karina hanya mengangguk nurut dan berlari menuju dapur yang di ikuti Joohyun.

Joohyun menyiapkan dua mangkuk bubur untuk Karina dan Seulgi, sedangkan Karina sudah duduk rapih di meja makan, “Kamu bisa makan sendiri kan? Mami mau ke kamar mama dulu ya? Pasti mama belom makan sama minum obat.”

“Aku bisa makan sendiri mami,” jawab Karina yang langsung menyantap bubur miliknya.

“Oh iya, kamar mama dimana?” tanya Joohyun.

“Ada diatas sebelah kamar mandi,” jawab Karina.

“Mami keatas dulu ya,” Joohyun membawa bubur dan minum untuk Seulgi ke lantai dua.

Saat dilantai dua, Joohyun menoleh kanan kiri untuk mencari dimana kamar Seulgi berada, terlihat salah satu pintu terbuka sedikit. Ia melangkah menuju ruang tersebut dan mengintip ke dalam. Terlihat didalam Seulgi yang tengah tidur dengan posisi meringkuk. Tidak ingin membangunkannya, Joohyun masuk secara perlahan dan menaruh mangkuk bubur dan segelas air putih pada nakas kecil sebelah kasur Seulgi.

Joohyun mencoba untuk memeriksa suhu tubuh Seulgi menggunakan punggung tangannya yang ditempel kan pada kening Seulgi. Panas, “Astaga badan kamu panas banget Gi, kita ke dokter ya?”

“Hmm…,” Seulgi menggelengkan kepalanya pelan.

“Nanti kamu keterusan Gi, biar diperiksa dokter, mau ya?” Joohyun mengusap perlahan keringat yang berada di kening Seulgi.

Seulgi menarik tangan Joohyun yang berada di kening nya lalu ia menggenggam tangan Joohyun, sang pemilik tangan hanya diam tak dapat berkata-kata, “Nanti juga sembuh, kamu kan dokter nya~” ucap Seulgi yang sedikit melantur.

'Tolong siapapun, gue lemes banget!'

“Y-ya-yaudah kalo nggak mau ke dokter, makan dulu aku udah beliin bubur,” ucap Joohyun.

Namun tidak ada jawaban dari Seulgi. Joohyun melirik wajah Seulgi. Ternyata sudah kembali tidur dengan tangan Joohyun yang di genggam erat oleh Seulgi. Joohyun mencoba untuk mengatur jantungnya yang berdebar sangat kencang saat Seulgi melantur dan menggenggam tangannya. Joohyun akan menunggu sedikit lama agar Seulgi tidak terbangun saat ia melepaskan tangannya, walaupun saat ini ia tidak bisa bergerak bebas.

Mata Joohyun melirik sekeliling kamar Seulgi yang berdominasi warna abu dan hitam. Warna yang sesuai dengan sang pemilik kamar, yang misterius. Saat melihat-lihat barang yang berada di sekeliling, matanya membulat ketika melihat sebuah figura kecil yang terpajang di atas nakas sebelah mangkuk bubur.

'Gak mungkin!'


22 January 2022 – 8 AM

’Ting tong~ ting tong~’

Tak lama pintu terbuka dan menampilkan sosok anak kecil yang terlihat gembira saat melihat seseorang yang datang ke rumahnya, “MAMI!”

“Hi sayang~ aduh kangen ya?” Karina dengan cepat memeluk Joohyun dan menganggukkan kepalanya.

“Gemesin banget sih kamu, eh mama kamu mana?” Karina melepaskan pelukan nya dan menatap wajah Joohyun.

“Mama baru aja bobo, tadi badannya geter-geter gitu, kasian mama,” Karina memanyunkan bibirnya.

“Duh pasti gara-gara kemarin ke hujanan, oh iya kamu udah makan belom sayang? Mami bawain bubur,” Joohyun memperlihatkan kantung yang berisikan bubur untuk Seulgi dan Karina.

“Asik bubur, aku belom makan soalnya mama sakit jadi nggak ada yang masak,” ucap Karina.

“Yaudah ayo makan dulu, mami tempatin ya?” Karina hanya mengangguk nurut dan berlari menuju dapur yang di ikuti Joohyun.

Joohyun menyiapkan dua mangkuk bubur untuk Karina dan Seulgi, sedangkan Karina sudah duduk rapih di meja makan, “Kamu bisa makan sendiri kan? Mami mau ke kamar mama dulu ya? Pasti mama belom makan sama minum obat.”

“Aku bisa makan sendiri mami,” jawab Karina yang langsung menyantap bubur miliknya.

“Oh iya, kamar mama dimana?” tanya Joohyun.

“Ada diatas sebelah kamar mandi,” jawab Karina.

“Mami keatas dulu ya,” Joohyun membawa bubur dan minum untuk Seulgi ke lantai dua.

Saat dilantai dua, Joohyun menoleh kanan kiri untuk mencari dimana kamar Seulgi berada, terlihat salah satu pintu terbuka sedikit. Ia melangkah menuju ruang tersebut dan mengintip ke dalam. Terlihat di dalam Seulgi yang tengah tidur dengan posisi meringkuk. Tidak ingin membangunkannya, Joohyun masuk secara perlahan dan menaruh mangkuk bubur dan segelas air putih pada nakas kecil sebelah kasur Seulgi.

Joohyun mencoba untuk memeriksa suhu tubuh Seulgi menggunakan punggung tangannya yang ditempel kan pada kening Seulgi. Panas, “Astaga badan kamu panas banget Gi, kita ke dokter ya?”

“Hmm…,” Seulgi menggelengkan kepalanya pelan.

“Nanti kamu keterusan Gi, biar diperiksa dokter, mau ya?” Joohyun mengusap perlahan keringat yang berada di kening Seulgi.

Seulgi menarik tangan Joohyun yang berada di kening nya lalu ia menggenggam tangan Joohyun, sang pemilik tangan hanya diam tak dapat berkata-kata, “Nanti juga sembuh, kamu kan dokter nya~” ucap Seulgi yang sedikit melantur.

’Tolong siapapun, gue lemes banget!’

“Y-ya-yaudah kalo nggak mau ke dokter, makan dulu aku udah beliin bubur,” ucap Joohyun.

Namun tidak ada jawaban dari Seulgi. Joohyun melirik wajah Seulgi. Ternyata sudah kembali tidur dengan tangan Joohyun yang di genggam erat oleh Seulgi. Joohyun mencoba untuk mengatur jantungnya yang berdebar sangat kencang saat Seulgi melantur dan menggenggam tangannya. Joohyun akan menunggu sedikit lama agar Seulgi tidak terbangun saat ia melepaskan tangannya, walaupun saat ini ia tidak bisa bergerak bebas.

Mata Joohyun melirik sekeliling kamar Seulgi yang berdominasi warna abu dan hitam. Warna yang sesuai dengan sang pemilik kamar, yang misterius. Saat melihat-lihat barang yang berada di sekeliling, matanya membulat ketika melihat sebuah figura kecil yang terpajang di atas nakas sebelah mangkuk bubur.

’Gak mungkin!


21 January 2022 – 8 PM

“Jen~”

“Hmm?”

“Jen ish!”

“Apaaaaa astaga,” Jennie menoleh ke arah Joohyun yang masih mengenakan masker wajah.

“Gitu dong nengok kalo di panggil hehe,” ucap Joohyun.

“Mau apa lo? Gue banyak kerjaan ini astaga,” Jennie kembali menatap layar laptopnya.

“Gue minjem villa lo dong buat besok,” ucap Joohyun.

“Wait!” seketika Jennie menutup laptopnya dan menatap Joohyun tak percaya.

“Ih biasa aja dong responnya kaget tau!” Joohyun memanyunkan bibirnya.

“Mau ngapain lo minjem villa gue?” tanya Jennie.

“Yaaaaa minjem aja sampe minggu aja kok suer,” Joohyun menatap Jennie.

“Bukan itu yang gue masalahin, hyun lo gila apa gimana? Villa lo tuh lebih banyak dari punya gue ngapain lo minjem villa gue?” Jennie merasa kebingungan dengan tingkah sahabatnya.

“Ya emang kenapa sih, suasana baru loh, siapa tau kan gue bisa beli punya lo gitu kalo nyaman,” jelas Joohyun.

“OH! GUE TAU!” Jennie memincingkan matanya pada Joohyun.

“Apa?! Lo tau apa?!” Joohyun melototi Jennie yang menatapnya curiga.

“Lo ngaku ngaku jadi miskin kan, biar doi lo itu nganggep kalo lo miskin dan suka minjem barang barang sahabatnya, ngaku lo!” jelas Jennie.

“Emang keliatan banget ya?” tanya Joohyun lesu.

“Iya lah bego! Secara kan lo kalo mau apa pun tinggal tunjuk,” Jennie memutar matanya jengah.

“Ya abis gue tuh kesel tau nggak! Orang orang yang suka sama gue tuh nggak pernah tulus! Cuma mau ngincer harta gue doang! Makanya gue pura pura jadi miskin,” jelas Joohyun yang sedikit kesal sampai memukul meja yang berada di hadapannya.

“Eh santai dong, meja gue rusak nanti,” protes Jennie.

“Gue beli kalo rusak!” ketus Joohyun.

“Hadeuh kelakuan bikin sakit kepala, yaudah ntar gue bilang dulu ke Rose boleh apa nggak, soalnya gue sering nginep disana kalo weekend,” ucap Jennie.

“Please kali ini aja please~” Joohyun memohon-mohon pada Jennie.

“Ish bucin banget deh lo, tunggu Rose balik dulu,” Jennie mendorong kepala Joohyun agar menjauh dari hadapannya.

Tak lama Rose masuk ke dalam rumah dan menghampiri Jennie yang tengah duduk di sofa ruang keluarga, “I'm home.”

“Hi honey, how's your day huh?” tanya Jennie.

“Little bit tired,” Rose mengecup mesra bibir Jennie.

“Oh God! Ewh!” timpal Joohyun yang menatap kemesraan dua sejoli saling bermesraan di hadapannya.

“OH MY GOD!!” Rose terkejut saat melihat Joohyun yang tengah duduk di lantai dengan memakai masker wajah berwarna hitam.

“Hehe maaf sayang aku nggak bilang kalo ada Joohyun disini,” Jennie mengusap lembut pipi Rose.

“Astaga aku kira siapa loh, lagian lo ngapain malem malem pake masker anjir,” ucap Rose.

“Ya suka suka gue lah,” jawab Joohyun.

“Nginep lo disini?” tanya Rose.

“Engga lah gila, nggak mau gue denger lo dua desah desahan ya,” Joohyun melepaskan maskernya dan memandang wajahnya pada cermin kecil.

“Padahal denger aja, siapa tau lo giat cari jodoh haha,” timpal Rose.

“Udah ada loh yang, makanya dia kesini mau minjem villa kamu,” ucap Jennie.

“Loh? Ada apa ini? Tumbenan banget.”

“Panjang deh ceritanya, nanti aku ceritain, tapi boleh nggak dia minjem villa kamu?”

“Yaudah pake aja.”

“Terus kita nggak jalan-jalan yang?”

“Aku ngambil cuti seminggu, jadi besok kita ke hawaii, mau kan?”

“HAWAII?!! AAAAAAAA MAU AYANG MAUUUUUU!!” Jennie memeluk erat leher Rose dan mengecupi berkali-kali bibir Rose.

Senang mendapat respon dari sang istri, Rose melumat lembut bibir Jennie. Ia tak memperdulikan Joohyun yang tengah menatap mereka dengan tatapan geli.

“Seriously guys! I'm still here! Ugh!!” protes Joohyun.

“Ah sumpah lo merusak suasana! Sana balik gue mau kangen kangenan sama istri gue!” usir Jennie yang kembali melumat bibir Rose.

Joohyun menatap tak percaya dengan ucapan sahabatnya, “Bisa bisanya gue diusir....”


21 January 2022 – 7 PM

“Abis ini kemana?”

“Belok kanan.”

“Terus?”

“Itu berhenti di rumah putih pager hitam,” Joohyun menunjuk sebuah rumah, lalu Seulgi memberhentikan motornya di depan rumah tersebut.

Joohyun langsung turun dan memberikan helm pada Seulgi, “Jadi ini rumah kamu?” tanya Seulgi.

“Ini? Haha jelas bukan! Ini rumah temen saya hehe,” jelas Joohyun.

“Oh gitu, yaudah masuk gih,” ucap Seulgi.

“Bentar ini jas hujannya,” Joohyun memberikan jas hujan pada Seulgi, “Di pake loh, nanti sakit.”

“Nanti aja, yaudah kalau gitu saya pulang ya,” ucap Seulgi.

“Iya hati-hati Gi, makasih ya kuenya!” ucap Joohyun.

“Iya sama-sama, oh iya besok lenggang nggak?” tanya Seulgi.

“Umm.. kayanya, kenapa?” Joohyun menatap Seulgi curiga.

“Kalo nggak sibuk dan pergi, besok ikut ke pantai ya sama Karina, mau kan?” tanya Seulgi.

'Kalem hyun~ Kalem~ Jangan norak~ Please~'

“Boleh kalau nggak ngerepotin kamu,” Joohyun tersenyum.

“Nggak sama sekali kok, yaudah besok saya kabarin ya, siap-siap aja, kalau gitu saya pamit,” Seulgi menyalakan motornya dan pergi meninggalkan Joohyun yang masih diam menatap kepergian Seulgi.

“AAAAAAAAA!!!!” teriak Joohyun yang membuat security rumah temannya keluar menghampiri Joohyun.

“Nyonya! Nyonya kenapa?!” Joohyun tersadar kalau dirinya sedang berada di luar dan bukan di daerah rumahnya.

“Huh? Eh pak Kim, hehe nggak apa-apa pak, Jennienya ada di dalem?” tanya Joohyun cengengesan.

“Saya pikir nyonya kenapa, ada kok baru aja pulang, ayo masuk nyonya gerimis diluar nanti sakit,” ucap sang security.

“Siap pak hehe, saya duluan ya,” Joohyun melangkah masuk ke dalam pekarangan rumah Jennie.