Into your Arms : Part Two – One
21 January 2022 – 6 PM
“Bukannya itu Seulgi….”
“Pak stop didepan!” ucap seorang wanita tengah menepuk berkali-kali bahu sang sopir.
“Ada apa nyonya?” ucap sang supir yang sudah memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
“Saya turun disini aja, bapak pulang aja,” ucap sang wanita tersebut.
“Tapi nyonya cuacanya sudah mendung, sepertinya akan turun hujan,” impal sang supir.
“Nggak apa-apa pak, saya bisa bareng teman saya, nanti saya chat bapak kalau saya udah beres,” wanita tersebut bersikeras agar sang supir menurut dengan perintahnya.
“Baik lah, tunggu sebentar nyonya jalanannya ramai…,” ucap sang supir yang sudah bersiap untuk turun namun menunggu jalur kanan mobil sepi.
“Nggak usah pak, saya bisa turun sendiri, langsung pulang aja.”
“Tapi… payungnya nyonya!”
“Nggak usah berat!” ucap wanita tersebut yang segera turun dari mobil dan sedikit berlari menuju sebuah toko kue yang tdak jauh dari tempat mobil ia berhenti.
“Selamat datang di Kwangya Bakery!” ucap beberapa pegawai yang menyapa pengunjung yang baru saja datang.
Seulgi yang ingin membayar belanjaannya dikejutkan oleh seseorang yang ia kenal tengah melihat-lihat pada etalase kue yang terletak di sebelah kasir, “Joohyun?”
Merasa terpanggil, Joohyun menoleh dan melihat Seulgi yang sedang mengantri pada kasir, “Seulgi? Hi~”
“Mau beli kue?” Seulgi keluar dari antrian lalu menghampiri Joohyun.
“Iya hehe, lagi pengen kue dari kemarin, tapi baru bisa kesini sekarang,” jelas Joohyun.
“Pasti lagi sibuk banget ya baru kesampean sekarang, mau beli kue apa? Sekalian sini saya bayarin,” ucap Seulgi.
“Eh nggak usah saya bisa beli sendiri hehe, oh iya Karina mana?” Joohyun melirik kanan-kiri mencari sosok Karina.
“Karina dirumah, katanya lagi pengen roti coklat, jadi saya langsung ke sini, ayo pilih kuenya, mau kue apa? Red velvet? Tiramisu? Biskuit vanilla? Atau coklat?” tanya Seulgi.
“Sendirian dong Karina, kalau kamu maksa, tiramisu deh hehe,” ucap Joohyun.
“Itu aja? Nggak ada yang lain?”
“Iya itu aja.”
“Tunggu ya, saya bayar dulu,” Seulgi kembali masuk dalam antrian, untung saja antriannya tidak banyak, maka Joohyun tidak butuh waktu lama menunggu Seulgi membayar pesanan.
Setelah lima menit, Seulgi sudah membawa kantung roti dan kue pesanan Karina dan Joohyun. Seulgi menghampiri Joohyun yang tengah duduk di kursi, “Nih kuenya.”
“Loh kenapa belinya yang besar, yang satu slice aja cukup,” protes Joohyun.
“Nggak apa-apa, itung-itung imbalan dari saya karena udah mau jagain Karina kemarin,” jelas Seulgi.
“Astaga, itu nggak seberapa Gi, taapi ini mahal pasti,” ucap Joohyun yang sedikit memanyunkan bibirnya tanda tidak setuju.
'Ya tuhan, kenapa dia mirip sekali seperti Irene'
“Ya itu juga nggak seberapa haha, oh iya kamu naik apa? Saya antar pulang ya?” tanya Seulgi.
“Eh nggak usah, saya bisa naik bus kok,” ucap Joohyun.
“Macet, mending saya antar pulang pakai motor, mau hujan loh,” ucap Seulgi.
“Tapi Gi….”
“Tapi apa?”
“Udah hujan….”
“Hah?!” seketika Seulgi melirik keluar jendela, ternyata sudah turun hujan yang lumayan lebat, “Duh Karina gimana ya…,” gumam Seulgi.
“Kamu bawa jas hujan nggak? Kasian tau Karina, lagian udah tau mendung kenapa bawa motor?” tanya Joohyun.
“Kayanya sih bawa, mobil saya lagi di bengkel, jadi saya pakai motor, tunggu sini ya saya ambil jas hujan dulu di motor,” Seulgi memberikan kantung belanjaan nya pada Joohyun dan berlari menuju motornya yang berada di parkiran untuk mengambil helm dan jas hujan.
Tak lama Seulgi kembali ke dalam dan menghampiri Joohyun, “Saya cuma bawa jas hujan satu, kamu yang pakai,” Seulgi memberikan jas hujan pada Joohyun.
“Loh terus kamu pakai apa?” tanya Joohyun.
“Saya udah pakai jaket, tenang aja, ayo pakai, saya antar kamu pulang,” ucap Seulgi yang membuat panik Joohyun.
'Mampus gue! Pulang kemana gue!'