Salah Kaprah
Seulgi, Jeongyeon, dan Winter mengelilingi rumah mereka, memeriksa setiap ruangan yang ada di dalam rumah, seperti sedang mencari sesuatu. Ketika Winter menuju dapur untuk mengambil minum, matanya menangkap sosok yang ia kenal berada di halaman belakang.
“Kak!”, Winter memanggil Seulgi dan Jeongyeon yang berada di ruang tamu.
“Apaan?”, tanya Jeongyeon.
“Tuh”, Winter menunjuk seseorang yang sedang duduk di halaman belakang.
“Ayo buru”, ucap Seulgi yang jalan duluan menghampiri orang yang di tunjuk Winter.
Jeongyeon dan Winter mengikuti langkah Seulgi di belakang. Ternyata mereka sedang mencari Taeyeon yang lagi asik bermain game ponsel sembari meminum kopi kesukaannya. Ia tidak menyadari jika Seulgi, Jeongyeon, dan Winter menghampirinya. Seulgi sudah berada di belakang Taeyeon. Jeongyeon berdiri di hadapan Taeyeon. Sedangkan Winter berada di samping. Dengan aba-aba dari Seulgi, Jeongyeon mengambil ponsel Taeyeon.
“Eh! Ngapain?!”, kesal Taeyeon. Tiba-tiba saja Seulgi mencekik leher Taeyeon dengan lengannya dari belakang membuat Taeyeon terkejut bukan main.
“Mama apain Mami?!!”, tanya Jeongyeon.
“Emang mami kenapa??? Lepasin eh apaan sih ini woy!!”, teriak Taeyeon sembari menepuk-nepuk lengan Seulgi yang melingkar erat di lehernya.
“Mama kan yang bikin nangis Mami!! Ngaku nggak!!!”, teriak Seulgi yang semakin mempererat lengannya pada leher Taeyeon.
Mendengar suara kegaduhan di halaman belakang, perasaan Tiffany tidak enak. Segera ia keluar dari kamar dan menuju halaman belakang. Benar saja perasaannya tidak enak, kini ia melihat anak-anak sedang mencekik Taeyeon. Tiffany berlari menghampiri mereka.
“KALIAN NGAPAIN?!!!”, teriak Tiffany.
“Mama kan yang bikin Mami nangis?!”, tanya Seulgi.
“ASTAGAAAAA BUKAN!! LEPASIN ITU MAMA KALIAN KESAKITAN!!”, Tiffany semakin panik melihat Taeyeon di cekik oleh Seulgi.
“Bukan?”, seketika Seulgi melepas lengannya.
“Terus siapa yang bikin Mami nangis?”, tanya Winter.
“Mami nangis gara gara nonton drakor bukan berantem sama Mama kalian! Astagaaaa sayang nggak apa apa?”, Tiffany menghampiri Taeyeon yang lemas terkejut akibat kelakuan anak-anak mereka, lalu memeriksa keadaan Taeyeon.
“Cepet bawa Mama ke kamar!”, ucap Tiffany.
Segera Seulgi dan Jeongyeon menggotong tubuh Taeyeon menuju kamar. Setelah sampai di dalam kamar, Seulgi dan Jeongyeon merebahkan tubuh Taeyeon pada kasur.
“Kalian tuh gimana sih! Kasian Mama tau sampe lemes gini!”, omel Tiffany.
“Hehehe maaf ya Mah”, Seulgi segera mengecup punggung tangan Taeyeon, lalu di ikuti dengan Jeongyeon dan Winter. Hendak ingin memukul kepala mereka bertiga dengan remote TV, Seulgi, Jeongyeon, dan Winter segera kabur keluar dari kamar agar tidak di amuk oleh Taeyeon.
“BOCAH-BOCAH GEBLEK!!! KELUAR LO SEMUA DARI KARTU KELUARGA!!!!!”, teriak Taeyeon.
“Ahhh ahhh aww….”, akibat berteriak kencang, Taeyeon meringis kesakitan pada lehernya.
“Ayang sakit?”, tanya Tiffany yang sedang duduk di sebelah Taeyeon.
“Besok besok kaga ada lagi nonton drama korea!!”, bentak Taeyeon pada Tiffany.
“Maafin aku ayaaaaang, jangan maraaaaaah”, Tiffany memeluk erat tubuh Taeyeon lalu mendusal-dusalkan wajahnya pada dada Taeyeon.