Setelah mendapa pesan dari Tiffany, Jeongyeon dan Seulgi terpaksa memutar balik mobil mereka menuju rumah. Dengan kecepatan tinggi, hanya butuh waktu 15 menit akhirnya Jeongyeon dan Seulgi sampai dihalaman rumah mereka. Tak lupa Jeongyeon dan Seulgi membukakan pintu untuk pacar mereka, Nayeon dan Irene. Terlihat dari raut wajah mereka yang sangat 'bete' akibat insiden salah kirim foto beberapa waktu yang lalu.
Jeongyeon dan Seulgi saling menatap sinis. “Gara-gara lo! Gue dituduh selingkuh!,” ucap Jeongyeon dengan nada penuh kekesalan.
“Anjrit emang! Gue aja nggak tau itu punya siapa! Emang lo doang, gue juga jadi dituduh selingkuh sama Irene!,” jelas Seulgi yang tak kalah kesal.
“Ya itu kan ada dimobil lo….”
“KIM SEULGI!! KIM JEONGYEON!!,”* teriak Tiffany yang membuat Seulgi dan Jeongyeon terkejut.
Seketika bulu halus mereka meremang setelah mendengar teriakan Tiffany. Firasat mereka mengatakan Tiffany akan marah besar kali ini. Tak ingin amarah Tiffany semakin parah, Jeongyeon lebih dahulu masuk ke dalam rumah, lalu diikuti Nayeon, Irene, dan Seulgi. Ketika memasuki ruang keluarga, terlihat Tiffany yang tengah duduk disofa sedang menatap ke arah mereka dengan tatapan tajam. 4 orang dihadapan Tiffany hanya bisa nunduk dan menelan ludah mereka dalam-dalam.
“Duduk!” ucap Tiffany ketus.
Saat Jeongyeon dan Seulgi ingin duduk, Tiffany mencegah mereka. “Ngapain kalian? Berdiri disitu!,” Tiffany menunjuk ke arah depan televisi. Jeongyeon dan Seulgi hanya menurut apa yang diperintah Tiffany.
“Jongkok!” Jeongyeon dan Seulgi jongkok sembari melirik Tiffany.
“Angkat tangannya!” perintah Tiffany lagi.
“Tapi mih kan aku yang korbannya kok aku ikut dihukum sih?!” protes Jeongyeon pada Tiffany.
“Mulai berani kamu sama mami?!” Tiffany melototi Jeongyeon.
“Iya engga mih…,” jawab Jeongyeon yang ciut seketika dipelototi oleh Tiffany.
“Jadi itu bukan punya kalian? Jujur aja sama tante kalo itu punya kalian,” tanya Tiffany pada Nayeon dan Irene.
“Bukan tante,” ucap Nayeon dan Irene kompak sembari melirik sinis pada Jeongyeon dan Seulgi.
Tiffany lalu menatap kedua anaknya yang tengah dihukum olehnya, “Jadi kalian punya cewe lain?”
“Sumpah mih engga, aku aja baru pake mobilnya dia dan udah ada begituan,” jelas Jeongyeon.
“Sama mih aku juga engga, aku juga nggak tau itu punya siapa, udah seminggu aku nggak pake mobil itu terakhir sama Irene aja belom ada mih,” jelas Seulgi.
“Halah alesan…,” celetuk Irene yang jengah mendengar ucapan Seulgi.
“Beneran yang sumpah… kan dari kemaren aku sama kamu terus…,” Seulgi mencoba untuk meyakinkan Irene bahwa ia tidak selingkuh.
“Kalo punya mah ngaku aja kali, biar gue bisa baean sama cewe gue,” celetuk Jeongyeon.
“Jangan sekata-kata lo kalo ngomong! Gara-gara lo gue jadi begini.”
“Mikir dong itu barang ada di mobil siapa gue tanya?! Kalo di mobil gue baru lo bisa marah!!”
“Anj….”
“ENOUGH!!” teriak Tiffany membuat Jeongyeon dan Seulgi diam seketika.
“Fasilitas kalian mami cabut sampai dari kalian ada yang ngaku punya siapa barang itu.”
“Tapi mih….”
“Nggak ada tapi tapian, gitu terus sampe kalian ngaku.”
Tiffany yang hendak meninggalkan ruang keluarga dikejutkan kehadiran Taeyeon yang sudah pulang. Tiffany melirik jam yang masih belum menunjukan jam 12.
“Hahaha ngapain kalian disitu pagi pagi,” ledek Taeyeon pada Jeongyeon dan Seulgi.
“Katanya ada rapat?” tanya Tiffany yang seidkit ketus.
“Diundur waktunya jadi jam 2, eh ada Nayeon Irene,” sapa Taeyeon yang dibalas dengan senyuman terpaksa.
“Jadi ini ada apa? Sampe saya dipanggil kesini sama mami,” tanya Taeyeon.
“Emang kamu nggak liat group?” tanya Tiffany.
“Group? Emang ada ya? Aku nggak sempet buka chat yang lain,” Taeyeon mengambil ponsel nya dari saku celana dan mengecek group chat yang dimaksud Tiffany.
“Bentar… kamu nemu ini dimana Je?” tanya Taeyeon pada Jeongyeon.
“Dimobil dia tuh,” Jeongyeon menunjuk Seulgi menggunakan dagu nya.
“Oh pantes, tau ini mah,” ucap Taeyeon.
“Oh jadi kamu yang selingkuh?!” tanya Tiffany.
“Hah? Selingkuh?” Taeyeon nampak kebingungan.
“Nggak usah pura-pura nggak ngerti deh, ngaku aja itu punya cewe lain kan?!!” kekesalan Tiffany semakin menjadi.
“Ih apaan, kapan aku selingkuh? Enak aja, itu punya kamu tau” jelas Taeyeo dengan santai.
“Punya aku? Aku nggak punya yang model gitu ya Kim Taeyeon! Lagian kapan juga aku naik mobilnya Seulgi!” ucap Tiffany.
“Hadeuh gini nih kalo kebanyakan minum wine… itu tuh punya kamu sayang, itu kan hadiah dari temen kamu pas anniv pernikahan kita kemarin, kemarin malem kamu baru pake, dan kita pergi ke acara temen aku, kamu kebanyakan minum wine, akhirnya kamu mabuk, dan….” jelas Taeyeon.
“Dan apa?!” tanya Tiffany yang penasaran.
“Yaaaaa akhirnya kamu buka itu pas di mobil… emang kamu nggak inget?” tanya Taeyeon.
“Masa sih?!!” Tiffany terlihat panik dan mengingat kejadian kemarin malam.
“Kenapa bisa pake mobil Seulgi, aku suruh pak Jono siapin mobil tapi malah mobil Seulgi yang dikeluarin dari garasi, dan kita udah telat yaudah pake aja mobilnya Seulgi, gitu loh yang” lanjut Taeyeon.
“KOK KAMU NGGAK KASIH TAU AKU?! TERUS KALO TAU ITU PUNYA AKU BUKANNYA DIAMBIL,” terlihat muka Tiffany saat ini merah karena malu.
“Lupa aku yang, aku sibuk gotong kamu ke kamar jadi lupa buat ambil lagi dimobil,” jelas Taeyeon.
“Terus fasilitas kita nggak jadi dicabut kan?” tanya Jeongyeon.
“Terus ini kita udahan kan?” tanya Seulgi.
“Ya,” Tiffany langsung kabur ke kamarnya karena malu.
“Hahaha kasian betul kena hukum mami… Nanti kalian makan siang disini ya Nay, Rene,” Taeyeon menatap Nayeon dan Irene yang tengah menahan tawa.
“Iya tante hehehe,” jawab Nayeon dan Irene kompak.